PPh Final UMKM untuk Omzet Rp 40 juta (WP Badan CV/Firma/Koperasi)
Untuk omzet bulanan Rp 40 juta sebagai WP Badan CV/Firma/Koperasi, PPh Final = Rp 200.000 per bulan atau Rp 2.400.000 per tahun, sesuai tarif final 0,5% (PP 55/2022).
- Omzet bulan ini Rp 40.000.000
- Omzet kumulatif tahun berjalan Rp 40.000.000
- Dasar pengenaan pajak Rp 40.000.000
- Tarif PPh Final 0,5%
- PPh Final terutang per bulan Rp 200.000
Jika omzet bulanan tetap, total PPh setahun = Rp 2.400.000
| Bulan | Kumulatif | Dasar Pajak | PPh Final | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Jan | Rp 40.000.000 | Rp 40.000.000 | Rp 200.000 | Kena penuh |
| Feb | Rp 80.000.000 | Rp 40.000.000 | Rp 200.000 | Kena penuh |
| Mar | Rp 120.000.000 | Rp 40.000.000 | Rp 200.000 | Kena penuh |
| Apr | Rp 160.000.000 | Rp 40.000.000 | Rp 200.000 | Kena penuh |
| Mei | Rp 200.000.000 | Rp 40.000.000 | Rp 200.000 | Kena penuh |
| Jun | Rp 240.000.000 | Rp 40.000.000 | Rp 200.000 | Kena penuh |
| Jul | Rp 280.000.000 | Rp 40.000.000 | Rp 200.000 | Kena penuh |
| Agu | Rp 320.000.000 | Rp 40.000.000 | Rp 200.000 | Kena penuh |
| Sep | Rp 360.000.000 | Rp 40.000.000 | Rp 200.000 | Kena penuh |
| Okt | Rp 400.000.000 | Rp 40.000.000 | Rp 200.000 | Kena penuh |
| Nov | Rp 440.000.000 | Rp 40.000.000 | Rp 200.000 | Kena penuh |
| Des | Rp 480.000.000 | Rp 40.000.000 | Rp 200.000 | Kena penuh |
| Total setahun | Rp 480.000.000 | Rp 2.400.000 |
Setiap perhitungan di halaman ini dijalankan melalui modul kalkulasi yang diuji secara otomatis terhadap teks regulasi sumber. Sumber utama: PP 55/2022, UU HPP No. 7/2021, dan PMK 164/2023.
Halaman ini dibuat untuk membantu perencanaan, bukan sebagai pengganti konsultasi pajak profesional. Untuk kasus dengan kompleksitas tertentu, silakan hubungi konsultan pajak terdaftar atau Kantor Pelayanan Pajak setempat.
Apa itu PPh Final 0,5% untuk UMKM?
PP 55/2022 adalah peraturan pemerintah yang mengatur penghasilan dari usaha dengan peredaran bruto tertentu, penerus aturan PP 23/2018. Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Badan dengan omzet ≤ Rp 4,8 miliar setahun dapat memilih tarif final 0,5% atas omzet bruto bulanan, menggantikan tarif progresif Pasal 17 UU PPh. PP 55/2022 Pasal 57 ayat (1)
Khusus WP Orang Pribadi, PP 55/2022 memberi fasilitas tambahan: omzet kumulatif tahun berjalan sampai dengan Rp 500.000.000 tidak dikenai PPh final. Artinya, jika omzet setahun Anda di bawah Rp 500 juta, PPh final terutang nol, meskipun Anda tetap wajib menyampaikan SPT Tahunan. PP 55/2022 Pasal 60 ayat (2)
PP 55/2022 mengatur penyesuaian ketentuan pajak penghasilan, termasuk skema PPh final untuk Wajib Pajak dengan peredaran bruto tertentu (UMKM). Sebelum PP 55/2022, ketentuan serupa diatur melalui PP 23/2018 yang menetapkan tarif final 0,5% sebagai pengganti dari skema 1% pada PP 46/2013. Penerbitan PP 55/2022 mengintegrasikan aturan UMKM ke dalam kerangka UU HPP, sekaligus mempertegas fasilitas pembebasan omzet sampai Rp 500 juta untuk WP orang pribadi yang sebelumnya berada pada tingkat peraturan menteri.
Siapa yang dapat memakai tarif final 0,5%?
| Bentuk usaha | Jangka waktu | Catatan |
|---|---|---|
| WP Orang Pribadi (freelancer, pedagang) | 7 tahun | Dapat fasilitas Rp 500 juta. Pasal 59 huruf a |
| WP Badan PT | 3 tahun | Tidak dapat fasilitas Rp 500 juta. Pasal 59 huruf c |
| WP Badan CV / Firma / Koperasi | 4 tahun | Tidak dapat fasilitas Rp 500 juta. Pasal 59 huruf b |
Dua batas yang menentukan PPh Anda: Rp 500 juta dan Rp 4,8 miliar
Rp 500.000.000 per tahun
Selama omzet kumulatif tahun berjalan belum melewati Rp 500 juta, WP Orang Pribadi tidak dikenai PPh final. Setelah dilewati, setiap rupiah di atas Rp 500 juta dikenai 0,5%.
Contoh: seorang freelancer (WP OP) memiliki omzet rata-rata Rp 50 juta per bulan. Pada bulan ke-10 (Oktober), omzet kumulatif mencapai Rp 500 juta, sehingga seluruh omzet tahun berjalan masih dalam fasilitas pembebasan. Pada bulan ke-11 (November), omzet kumulatif menjadi Rp 550 juta; hanya selisih Rp 50 juta di atas Rp 500 juta yang dikenakan tarif 0,5%. PPh terutang November = 0,5% × Rp 50 juta = Rp 250.000. Pada Desember, seluruh omzet bulan tersebut sudah berada di atas batas, sehingga PPh terutang Desember juga Rp 250.000. Total PPh Final tahun berjalan = Rp 500.000.
Catatan: ambang batas Rp 500 juta dihitung kumulatif sejak masa pajak pertama dalam tahun pajak berjalan, bukan dari setiap masa pajak secara individual.
Dasar hukum: PP 55/2022 Pasal 60 ayat (2)
Rp 4.800.000.000 per tahun
Jika omzet setahun melewati Rp 4,8 miliar, mulai tahun pajak berikutnya Anda wajib keluar dari skema final dan masuk ke skema PPh normal serta wajib PKP (PPN).
Tarif PPh Final 0,5% tetap berlaku sampai akhir tahun pajak yang bersangkutan. Mulai tahun pajak berikutnya, Wajib Pajak menggunakan skema PPh normal sesuai Pasal 17 UU PPh (untuk WP OP) atau Pasal 31E UU PPh (untuk WP Badan).
Sesuai PMK 164/2023, Wajib Pajak yang omzetnya sudah melewati Rp 4,8 miliar dalam satu tahun pajak wajib melaporkan diri untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) selambat-lambatnya akhir bulan berikutnya setelah omzet melewati ambang. Setelah dikukuhkan PKP, kewajiban PPN mulai berlaku: memungut PPN 11% atas penyerahan barang/jasa kena pajak, menerbitkan faktur pajak, dan melaporkan SPT Masa PPN setiap bulan.
Dasar hukum: PP 55/2022 Pasal 59
Cara membayar PPh Final UMKM
Disetor sendiri paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya menggunakan kode billing DJP Online.
- 1 Buat kode billing
Login DJP Online › menu e-Billing › buat kode billing dengan jenis pajak 411128 dan jenis setoran 420 (PPh Final UMKM).
- 2 Bayar via bank atau marketplace
Kode billing berlaku 7 hari. Bisa dibayar via teller, ATM, m-banking, atau marketplace mitra DJP.
- 3 Simpan Bukti Penerimaan Negara (BPN)
BPN berfungsi sebagai bukti pelaporan SPT Masa. Tidak perlu lapor SPT Masa terpisah.
Sejak Januari 2025, penyetoran dan pelaporan dilakukan melalui aplikasi Coretax DJP. Batas waktu penyetoran adalah tanggal 15 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir, sesuai Pasal 94 ayat (2) PMK 81/2024. Pasal 171 ayat (4) PMK 81/2024 mengatur bahwa kewajiban pelaporan SPT Masa PPh dianggap terpenuhi setelah Wajib Pajak melakukan penyetoran; tanggal pelaporan yang dicatat adalah tanggal pembayaran pada Surat Setoran Pajak.
Untuk WP OP dengan omzet kumulatif belum melewati Rp 500 juta, tidak ada PPh yang harus disetor dan Wajib Pajak juga dikecualikan dari kewajiban menyampaikan SPT Masa PPh per Pasal 7 ayat (3) PMK 164/2023. Namun, kewajiban pelaporan SPT Tahunan tetap berlaku untuk seluruh Wajib Pajak UMKM, termasuk yang omzetnya di bawah Rp 500 juta.
Apabila Wajib Pajak UMKM bertransaksi dengan pihak yang ditunjuk sebagai pemotong/pemungut PPh, Wajib Pajak dapat menyerahkan Surat Keterangan PP 55/2022 yang diperoleh melalui DJP Online agar pemotongan dilakukan dengan tarif final 0,5% (atau 0% untuk WP OP yang omzetnya belum melewati Rp 500 juta, dengan menyerahkan Surat Pernyataan).
- 4 Lapor SPT Tahunan
Tetap wajib. Untuk WP Orang Pribadi gunakan formulir 1770; lampirkan rekap omzet dan PPh final yang sudah dibayar.
Perbandingan PPh Final: WP OP vs WP Badan
Asumsi: omzet rata bulanan, masih dalam jangka waktu pemakaian tarif final. Perhitungan WP Badan tidak mendapat fasilitas pembebasan Rp 500 juta.
| Omzet setahun | Omzet/bulan | PPh Final WP OP | PPh Final WP Badan |
|---|---|---|---|
| Rp 100 jt | Rp 8.333.333 | Rp 0 | Rp 500.004 |
| Rp 600 jt | Rp 50.000.000 | Rp 500.000 | Rp 3.000.000 |
| Rp 2,4 M | Rp 200.000.000 | Rp 9.500.000 | Rp 12.000.000 |
| Rp 4,8 M | Rp 400.000.000 | Rp 21.500.000 | Rp 24.000.000 |
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah saya wajib lapor bulanan kalau pakai PPh Final 0,5%?
Bagaimana kalau bulan ini saya tidak ada omzet?
Apakah fasilitas Rp 500 juta berlaku untuk semua jenis usaha?
Apa yang terjadi jika omzet melewati Rp 4,8 miliar di tengah tahun?
Setelah 4 tahun (WP Badan CV/Firma/Koperasi), apakah harus pindah ke PPh normal?
Apakah saya bisa memilih tidak pakai tarif final dari awal?
Kalkulator ini bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi pajak resmi. Hitung Pajak bukan bagian dari Direktorat Jenderal Pajak. Untuk keputusan resmi, rujuk peraturan pada JDIH Kementerian Keuangan atau konsultan pajak terdaftar.
Hitungan lain untuk freelancer & UMKM
- PP 55/2022 · CV/Firma/Koperasi · omzet sebandingPPh Final UMKM Omzet Rp 30 juta (CV/Firma/Koperasi)Buka →
- PP 55/2022 · CV/Firma/Koperasi · omzet sebandingPPh Final UMKM Omzet Rp 50 juta (CV/Firma/Koperasi)Buka →
- PP 55/2022 · OP · bentuk usaha lainPPh Final UMKM Omzet Rp 40 juta (OP)Buka →
- PP 55/2022 · CV/Firma/KoperasiPPh Final UMKM Omzet Rp 25 juta (CV/Firma/Koperasi)Buka →
- PP 55/2022 · CV/Firma/KoperasiPPh Final UMKM Omzet Rp 20 juta (CV/Firma/Koperasi)Buka →
- Indeks · PP 55/2022Semua kalkulator PPh Final UMKMBuka →